Skip to main content

Posts

Showing posts with the label SAJAK

A Fiction

It was a perfect day to standing alone in the rain, watching you from the window You saw and asked me to leave But I should be there It was a perfect scenery to help you in the sunny day, asking me to take photograph from behind You posed as much you like Because one is never enough It was such a breath moment we've made, telling you a fiction while you said it was the truth And contemplated repeatedly any parts of nothing I will imagine Touching you while missing you completely Though you are delusion

Menyoal Sekitar

Manusia itu pemain sandiwara suka keluar masuk lewat pintu belakang yang dia protes yang dia lakukan Manusia juga pelupa kadang bicara sebagai refleksi bukan reaksi apalagi aksi Manusia itu aneh dan sinting muncul atas nama percepatan pembagunan tapi bingung mau diapakan akhirnya tersesat di tengah lautan Manusia itu pemimpi bicara kesejahteraan meyakinkan angkanya di bongkar pasang kemudian masuk keranjang jaminan Kita manusia

Kisah Dihadapan Waktu

Di hadapan waktu, Kau kelopak melati yang merenta tua Sunyi, waktu dan resah yang bernyawa Yang separuh isinya telah tumpah ruah Di hadapan waktu, Kau jalan yang dipenuhi serpihan kaca Sebuah misi yang lebih tebal dari kawat duri Namun hilang entah kemana Sampai suatu hari, Kemarin yang terlanjur kau teteskan Hanya tinggal senyum dan potret usang Menyusunnya menjadi kenangan Demi entah, demi kelana Sepi tetap ada dimana-mana Ia bagaikan confetti di pesta ulang tahun Yang seringkali berakhir di dada Akh, jangan terlalu serius. (Kediri, 29 Januari 2018

Rindu yang Tak Dimengerti

rindu, bersemi tapi tak ditanam utuh tapi tak digenggam bersuara tapi tak di dengar manis tapi tak dirasa rindu, lembut yang tak tersentuh kata yang tak tertulis harum yang tak tercium elok yang tak terlihat rindu bukan, obat tetes mata yang jatuh sendirian bukan pula gerimis yang jatuh kepada siapa pun rindu juga bukan alamat bukan pula genggaman lalu, rindu itu apa? (Disalin ulang, 20 July 2016)

Kau Tulis Saja Kata Itu

Katamu menyukainya Katamu menyayanginya Katamu merindunya Katamu mengaguminya, Katamu membelanya Katamu menyanjungnya Katamu merahasiakannya Katamu, ingin bahagia bersamanya “Kau tulis saja kata itu, semaumu!,” kataku pada diri sendiri. (April/17)